Powered By Blogger

FENOMENA KESURUPAN MASAL, KOK BISA YAA...?? MEDIS ATAU MISTIS....??


Mendengar kata kesurupan bukanlah sesuatu yang asing atau aneh masa ini, bagaimana menurut Anda tentang kesurupan ?

Kesurupan dalam istilah medisnya disebut dengan Dissociative Trance Disorder (DTD). Menurut laporan Eastern Journal of Medicine, kasusnya lebih banyak dijumpai di negara dunia ketiga dan negara-negara bagian timur daripada bagian barat.

Di India yang kultur dan budayanya mirip Indonesia, kesurupan atau possesion syndrome atau possesion hysterical merupakan bentuk disosiasi yang paling sering ditemukan. Angka kejadiannya kurang lebih 1 hingga 4 persen dari populasi umum.

Dunia kedokteran, khususnya psikiatri mengakui fenomena kesurupan sebagai suatu kondisi yang ditandai oleh perubahan identitas pribadi. Banyak orang mengatakan kesurupan disebabkan oleh suatu roh atau kekuatan, namun dalam dunia medis hal-hal seperti itu tidak dikenal.

Beberapa pakar psikiater menyebutkan tekanan sosial dan mental yang masuk ke dalam alam bawah sadar sebagai biang penyebab kesurupan. Banjir, tsunami, gizi buruk, ketidakadilan, upah kecil, kesenjangan yang sangat mencolok dan lainnya adalah beberapa contoh tekanan tersebut.
beberapa gejala yang biasanya menyerang orang kesurupan diantaranya:
  1. Bertindak lepas kontrol dan berbeda dari biasanya
  2. Hilang kesadaran akan sekitarnya dan tidak sadar dirinya sendiri
  3. Sulit membedakan kenyataan atau fantasi pada waktu yang sama
  4. Perubahan nada suara
  5. Kesusahan berkonsentrasi
  6. Kadang-kadang hilang ingatan

Kondisi seperti itu dipengaruhi oleh banyak faktor seperti spiritual, sosial, psikologi dan lainnya. Dengan melakukan screening dan pemeriksaan secara keseluruhan, faktor penyebabnya pun bisa diketahui.

Sementara kesurupan massal yang belakangan ini sering sekali terjadi sebenarnya pada awalnya merupakan kesurupan individual dan kemudian berubah menjadi massal dikarenakan orang lain yang melihat peristiwa tersebut menjadi tersugesti.

Gejala-gejala beberapa waktu sebelum kesurupan antara lain kepala terasa berat, badan dan kedua kaki lemas, penglihatan kabur, badan terasa ringan, dan ngantuk.
Perubahan ini biasanya masih disadari oleh subjek, tetapi setelah itu ia tiba-tiba tidak mampu mengendalikan dirinya, melakukan sesuatu di luar kemampuan dan beberapa di antaranya merasakan seperti ada kekuatan di luar yang mengendalikan dirinya.

Mereka yang mengalami kesurupan merasakan bahwa dirinya bukanlah dirinya lagi, tetapi ada suatu kekuatan yang mengendalikan dari luar. Keadaan saat kesurupan ada yang menyadari sepenuhnya, ada yang menyadari sebagian, dan ada pula yang tidak menyadari sama sekali.
Berdasarkan jenis kelamin, perempuan mempunyai risiko lebih besar untuk kesurupan dibandingkan laki-laki. Hal ini mungkin karena perempuan lebih bersifat gampang dipengaruhi dibanding laki-laki.

Namun, meski kesurupan tergolong sebagai sebuah kondisi medis, tapi faktor mental yang terganggu bisa mengundang energi asing masuk dalam tubuh dan menyebabkan gejala kesurupan.

“Kesurupan itu artinya aura tubuh sedang dipengaruhi energi asing, khususnya energi infra merah yang tidak dapat dilihat kasat mata oleh manusia,” kata Dr Erwin Kusuma, SpKJ, psikiater dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta saat dihubungi detikhealth, Senin (22/2/2010).
Menurut Dr Erwin, sesuatu yang punya energi itu artinya masih berjiwa. “Roh sudah tidak berenergi karena sudah tidak memiliki jiwa, tapi makhluk halus belum tentu. Banyak makhluk halus yang masih mengeluarkan materi dan energi inframerah,” jelasnya.

Sedikit berbeda dengan pakar lainnya, Dr Erwin percaya bahwa penyebab kesurupan berasal dari mental yang dimasuki energi asing dan tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah fisik seperti kurang gizi dan lainnya.
Energi asing menurut Dr Erwin bisa berasal dari lingkungan sekitar dan bisa dicek menggunakan foto aura. “Jadi kesurupan bukan berarti ada gangguan di otaknya tapi lebih pada gangguan di mentalnya. Ibarat komputer, otak itu hanya printer-nya saja tapi yang mempengaruhinya adalah jiwa,” ujarnya.

Menurut dokter yang membuka praktik di kawasan Cempaka Putih Jakarta ini, kesurupan bukan hanya sebuah peristiwa fisik tapi lebih pada penurunan daya tahan mental. “Stres dan gangguan lainnya mungkin bisa mempengaruhi tapi itu bukan faktor utamanya. Penyebab utamanya itu karena mentalnya memang sedang tidak kuat,” jelasnya.
Kesurupan biasanya berbeda dengan histeria. Jika histeria hanya mengeluarkan teriakan-teriakan dan tidak mengubah jenis suara, tapi kesurupan bisa mengubah pita suara. “Bisa jadi suaranya berubah menjadi suara laki-laki padahal ia seorang perempuan atau juga sebaliknya,” kata Dr Erwin.

Banyak orang yang mendatangi ahli spiritual atau orang pintar untuk menyembuhkan orang kesurupan. Memang tidak ada salahnya karena setiap orang sebenarnya punya kemampuan mempengaruhi kejiwaan seseorang yang bermasalah.

Hipnoterapi adalah salah satu bentuk terapi yang biasa digunakan para psikiater untuk untuk meningkatkan ketahanan mental dan mengatasi gangguan kesurupan.
“Yang harus dilakukan adalah memperkuat benteng aura kejiwaan agar mentalnya kuat dan tidak bisa dimasuki energi asing yang negatif,” ujar Dr Erwin
Dr Erwin menambahkan, orang dengan gangguan mental biasanya akan terlihat dari IQ-nya yang rendah, cara berbicara serta penampilannya yang beda. Selain itu, tenggorokannya juga sering merasa kering dan selalu ingin minum terus, tangannya basah dan kakinya terus goyang-goyang.

Konsep kesurupan adalah sebuah fenomena tentang mahluk halus yang menguasai pikiran, perasaan, dan intelek (kesanggupan untuk membuat keputusan) pada diri seseorang dengan menyatu pada kesadarannya . Hasilnya adalah mahluk halus ini bisa menguasai tindakan seseorang. Orang mengalami kesurupan ketika badannya dimasuki oleh mahluk halus yang menguasai jiwanya. Oleh karena itu, tingkah laku seseorang yang kesurupan akan dikuasai oleh mahluk halus. Hampir pada setiap kasus kesurupan, seseorang yang kesurupan tidak tahu atau tidak ingat bahwa dia kesurupan . Konsep kesurupan telah ada selama beribu-ribu tahun yang lalu, di seluruh penjuru dunia. Kasus kesurupan terjadi pada orang Eskimo di Kutub Utara maupun orang Nguni Bantu di Afrika Selatan. Bentuk dan interpretasi kesurupan merubah-rubah dari kebudayan yang satu ke kebudayaan yang lain. Kesurupan adalah fenomena yang dapat ditemukan dalam banyak agama dan di berbagai masyarakat di seluruh dunia. Dalam tradisi agama dan dongeng, seseorang yang dikuasai oleh mahluk halus kelakuannya akan menjadi tidak normal dan kepribadiannya akan berubah. Meskipun demikian, kesurupan bisa disebabkan oleh bermacam-macam unsur seperti narkotika, stres, dan hipnose . Gejala-gejalanya adalah badan ringan, berteriak histeris, menjerit-jerit dengan kata-kata tidak jelas, kejang-kejang pingsan, muka datar, bibir pucat, sering menutup mata dengan kelopak mata berkedip-kedip secara otomatis, atau perubahan lain. Orang yang kesurupan merasa sepertinya badannya mengecil atau menjadi lebih besar dari badannya dalam keadaan normal.

Di tengah masyarakat fenomena kesurupan semakin menjadi peristiwa hangat. Sebab peristiwa ini sudah mewabah ke tingkat sekolah, seperti kasus ksurupan massal siswa SMA Palupuah Kab. Agam, kesurupan massal siswa di MTsN Gunung Pangilun Padang. Terakhir kita mendengar kesurupan Massal Mahasiswa STAIKIP Ahlus Sunnah Bukittinggi bulan September 2009. Tentunya kita ingin tahu kesurupan itu bagaimana hal ihwal sebenarnya? Apa benar kesurupan tersebut sebagai peristiwa dirasukinya tubuh seseorang oleh jin atau hannya berupa gejolak jiwa bawah sadar seseorang? Lalu bagaimana pula psikologi dalam menjawab permasalahan ini? Dalam makalah ini dibahas tentang itu semua.

Tidak ada komentar: