Powered By Blogger

15 kesimpulan semesta


BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIM...

Pertama : Bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah berbahan dasar energi. Itulah saat2 awal ejadian alam semesta, sesaat setelah meledaknya sop kosmos sebagai cikal bakal jagat raya. Saat itu yg ada hanyalah lautan energi semata.

Kedua : Bersama dg munculnya lautan energi setelah peledakan sop kosmos  Allah menciptakan ruang dan waktu sebagai wadah bagi proses2 yg berlangsung. Ruang sebagai pembatas posisi dan keberadaan, sedangkan waktu sebagai pembatas umur proses, sehingga ada  waktu Awal dan Akhir(auwalu, wal akhiru) .

Ketiga : Sesaat berikutnya diciptakanlah materi. Materi adalah bentuk lain dari energi. Boleh diumpamakan sebagai energi yg menggumpal, sehingga membentuk segala jenis benda pengisi alam semesta raya ini. Materi dan energi bisa bolak balik berubah satu sama lain. Sekali waktu energi berbentuk materi, diwaktu yg lain materi berubah menjadi energi. Sampai kini.

Keempat : Dalam waktu yg bersamaan Allah menciptakan informasi sebagai pengisi dari segala keberadaan. Disetiap energi, materi, ruang dan waktu, terdapat informasi. Ia berupa kode2 yg memiliki arti dan makna.

Kelima : Infomasi itulah sebenarnya yg menjadi inti keberadaan segala sesuatu. Ia adalah "kalimat" Sang Pencipta yg disampaikan sebagai pesan2 kepada mahluk-Nya. Di dlm benda dan pesan yg bermakna, dan di dalam ruang dan waktu pun ada pesan dan makna. Tanpa adanya informasi segala yg ada ini menjadi tidak bermakna.

Keenam : Informasi itu meresap ke dlm energi, materi, ruang dan waktu dlm bentuk kombinasi kode2. Atau "tanda2" dlm istilah Alqur'an. Ibaratnya, huruf2 yg membentuk kata, membentuk kalimat, membentuk paragraf2, menjadi bab, dan akhirnya menjadi buku.

Ketujuh : Jadi alam semesta ini sebenarnya adalah buku. Di dlmnya terdapat informasi berupa kata2 dan kalimat2 Allah yg menceritakan segala sesuatu, benda, peristiwa, sejarah, kehidupan, kematian, kebahagiaan, penderitaan, bahkan sampai pada kehancuran alam semesta ini sendiri, kelak di akhir sejarah waktu.

Kedelapan : Seluruh isi cerita buku ini telah ditulis seluruhnya oleh Allah, seluruh awal cerita, isi cerita, akhir cerita, semua ada di gengamanNya. Kita pun sebenarnya "boleh jadi" bisa mengetahui cetita di bab2 selanjutnya, meskipun kita masih di bab awal. Misalnya lewat deja vu. - Untuk yg belum faham tentang deja vu : Deja vu yaitu suatu perasaan yg kuat serasa pernah mengalami persis seperti peristiwa yg saat ini anda alami, padahal sesungguhnya anda belum pernah sama sekali mengalami sebelumnya. Atau anda saat ini beberapa kali melihat seseorang yg anda kenal atau sesuatu, setiap anda dekati ia menghilang karena memang sesungguhnya ia tdk ada.  (Nah, Siapa dari teman2 yg pernah mengalami?... Deja vu ini)

Kesembilan : Kita adalah salah satu aktor dan aktris dlm cerita buku tersebut. Kita sedang mengendarai "kereta waktu" dari masa lalu ke masa depan. Kita melang-lang jagat, melintasi ruang, melintasi materi dan energi, melintasi berbagai peristiwa dan informasi, bahkan "aku" mengembara di dalam badan sendiri, tubuh kecil kita, tubuh remaja, dewasa, menua lalu mati, hingga badan kembali hancur ke tanah, kemudian ke alam Barzakh sampai kembali lagi ke DzatNya. Semuanya sudah ada. Tertulis dalam buku semesta ini.

Kesepuluh : Kereta waktu tdk pernah berhenti. Ia terus melaju ke masa depan. Siapa saja yg lengah akan kehilangan momen sejarah hidupnya. Dan tiba2 ia sudah sampai di "terminal terakhir" dimana ia harus menyelesaikan perjalanannya. Terus  melanjutkan perjalanan ke alam berikutnya.

Kesebelas : Seluruh peristiwa di dlm buku itu, tak lebih adalah cerita tentang diri "Sang Pengarang". Dia bercerita tentang mas lalu, masa kini dan masa depan, yg itu adalah "DiriNya". Dia juga berkisah tentang keindahan semesta dimana kita berada, yg semua itu juga adalah "DiriNya". Dia pun bercerita tentang bahagia dan penuh derita, yg itu pun adalah "DiriNya". Semua tentang drama kehidupan ini Dia ceritakan dalam buku tersebut, dan itu adalah "DiriNya".

Keduabelas :  Kita adalah pembaca buku itu, tetapi kita juga adalah pelaku cerita dlm buku itu, dan itu pun adalah "DiriNya".

Ketigabelas : Dia menempatkan kamera2 di seluruh penjuru kehidupan, agar kita bisa menonton dan memahami isi cerita yg lebih utuh. Karena skenario cerita yg harus kita lakoni ini tidak diberitahukan di awal drama, melainkan harus kita pahami dan praktekkan secara bersamaan dg jalan cerita.

Keempatbelas : Beruntunglah siapa saja yg tahu rahasia ini, karena banyak pemain drama yg tidak tahu dia harus berperan apa dlm hidupnya. Dan akhirnya, ia hanya menjadi orang linglung sampai saat terakhir drama selesai .....

Kelimabelas : Segeralah ambil peran anda "sekarang" juga, bukan disana atau disitu. Karena sesungguhnyalah hidup ini terjadi "saat ini" dan di "tempat ini". Selebihnya cuma mimpi2 tak berarti....

Yaa Allah.. Ajari aku ilmuMu.. Rahmati, ridhoi serta cahayai setiap gerakku.. Khusukkan ibadahku.. Ampuni semua salahku...

SALAM PENYEJUK JIWA..

Tidak ada komentar: